PT Taru Martani (Perseroda) Perkuat Pengembangan Tembakau Grompol untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani DIY

BANTUL – PT Taru Martani (Perseroda) terus memperkuat komitmennya dalam menghidupkan kembali kejayaan tembakau Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pengembangan varietas Grompol. Program kemitraan bersama petani dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjamin kepastian pasar hasil panen.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam panen perdana tembakau Grompol di Dukuh Seropan, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, yang dilanjutkan dengan peninjauan lahan pengembangan di Kapanewon Semin, Gunungkidul, Kamis (23/7).

Direktur Utama PT Taru Martani, Widayat Joko Priyanto, mengatakan pengembangan varietas Grompol merupakan bagian dari peran Taru Martani sebagai BUMD yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab meningkatkan kesejahteraan petani.

Saat ini, kebutuhan Taru Martani terhadap tembakau Grompol mencapai sekitar 100 ton tembakau kering per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan akan terus mendorong perluasan area tanam serta memberikan kepastian pembelian hasil panen kepada para petani.

Ketua APTI Bantul, Muhammad Samsul Malik, menyampaikan bahwa kemitraan bersama Taru Martani telah memberikan dampak positif bagi petani. Luas tanam Grompol di Dlingo meningkat dari sekitar 2 hektare menjadi 20 hektare hanya dalam satu tahun, dengan kualitas dan produktivitas yang terus membaik.

Sementara itu, Ketua APTI Gunungkidul, Sukimin, mengatakan antusiasme petani terhadap program kemitraan terus meningkat karena adanya kepastian pasar dan harga yang menguntungkan. Ia berharap kerja sama dengan Taru Martani dapat terus diperluas sehingga semakin banyak petani tembakau di DIY yang memperoleh manfaat ekonomi.

Melalui pengembangan tembakau Grompol, PT Taru Martani berharap dapat mengembalikan kejayaan sentra tembakau DIY sekaligus menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan menyejahterakan petani.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *